Trending News

Kamis, 25 Juni 2015

BAHAYA BERHUBUNGAN SEKS SAAT MISS V SEDANG KERING


KETIKA tubuh wanita siap untuk seks, kelamin wanita mengeluarkan cairan yang bertindak sebagai pelumas. Ini adalah proses yang diperlukan yang melindungi bagian-bagian pribadi yang halus dan juga menyiapkan penetrasi oleh pasangannya.

Kurangnya pelumas tersebut merupakan masalah bagi banyak perempuan, terutama mereka yang mengalami masalah pada gairah seksual, efek konsumsi obat-obatan tertentu, atau mereka yang akan memasuki masa menopause.

Ini dapat membuat hubungan seksual sangat menyakitkan (baik untuk pria dan wanita) dan menyebabkan robekan, peradangan, iritasi, dan berkurangnya bakteri alami. Meskipun rasa sakit yang menyertai seks kering, masih ada masyarakat yang percaya bahwa kekeringan Miss V menambah kenikmatan bagi pria.

Beberapa wanita di Indonesia menghindari makanan seperti nanas dan mentimun, yang diyakini dapat membuat Miss V lebih “basah”. Lainnya mencoba memasukkan kain kering ke dalam Miss V mereka, mencuci dengan tanaman herbal, atau memasukkan kapur hingga pasir untuk membuat Miss V kering.

Fenomena tersebut juga terjadi di negara berkembang lainnya. Seperti dilansir dari Health24, Kamis (25/6/2015), kepercayaan dan praktik tersebut sangatlah berisiko. Menggunakan zat yang mengganggu kadar pH vagina dapat mengakibatkan risiko tinggi tertular infeksi.

Sedangkan "seks kering" juga memiliki konsekuensi kesehatan yang serius. Penelitian oleh Van Andel menunjukkan bahwa kerusakan epitel dengan perlukaan, radang, serta berkurangnya bakteri alami Miss V, meningkatkan kemungkinan infeksi menular seksual, termasuk HIV.

Dari perspektif laki-laki, pengalaman tidak selalu lebih menarik. Miss V yang kering dapat membuat penetrasi tidak hanya lebih sulit, tetapi juga lebih menyakitkan, menyebabkan sensasi terbakar, dan kemerahan. Hal ini juga dapat terjadi pada jaringan halus pada Mr P pria.
« Sebelumnya
Berikutnya »

Tidak ada komentar

Posting Komentar