Trending News

Selasa, 29 September 2015

Lima Mitos Pil Kontrasepsi Terungkap


Agen Judi Terpercaya - BANYAKNYA mitos tentang pil kontrasepsi bisa disebabkan karena wanita kerap kali malu bertemu dokter dan mengonsultasikan kebutuhan mereka. Padahal, konsultasi diperlukan untuk memastikan fungsi, anjuran, kontraindikasi dari setiap metode kontrasepsi.

Dengan kurangnya pemahaman atau kesalahpahaman, maka akan muncul mitos-mitos yang berkaitan dengan kontrasepsi. Berikut adalah beberapa mitos yang paling umum, seperti dilansir dari Asiaone, Sabtu (26/9/2015).

Kondom cara paling efektif untuk mencegah kehamilan

Kondom adalah alat kontrasepsi populer, tapi bukan yang paling efektif. Ketika digunakan dengan benar, kondom dapat 98 persen efektif. Namun, dalam nyatanya ada kemungkinan efektivitasnya berkurang hingga 85 persen, karena kerusakan atau penggunaan yang tidak benar. Namun, kondom adalah metode terbaik untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS).

Pil kontrasepsi menyebabkan kenaikan berat badan

Studi jangka panjang menemukan bahwa pil KB tidak menunjukkan efek kenaikan berat badan yang signifikan pada wanita. Beberapa wanita mungkin mengalami kenaikan satu dua kilogram akibat retensi air yang disebabkan oleh hormon estrogen.

Namun, hal ini biasanya tidak bertahan setelah beberapa bulan pertama penggunaan pil KB. Ada juga formulasi pil KB baru yang mengelola masalah-masalah berat badan dengan mengurangi retensi air terkait hormon.

Pil kontrasepsi meningkatkan risiko kanker

Ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa pengguna pil KB berada pada risiko meningkatkan kanker payudara, namun penelitian lain menunjukkan tidak ada peningkatan yang signifikan. Dalam kasus di mana peningkatan risiko diidentifikasi, itu berkurang dari waktu ke waktu saat penggunaan pil KB dihentikan.

Untuk amannya, jika Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga, seperti kanker payudara, maka pilihlah metode kontrasepsi non-hormonal. Meski demikian, risiko ini jauh lebih kecil dan hanya muncul selama masa penggunaan pil KB.

Namun, penggunaan pil KB juga ditemukan dapat membantu melindungi penggunanya dari kanker tertentu. Pada Januari 2008, sebuah artikel di The Lancet melaporkan efek perlindungan pil KB terhadap kanker ovarium. Wanita yang minum pil KB selama lima tahun, ia mengurangi risiko kanker ovariumnya sampai sepertiga.

Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang menyebabkan kemandulan

Banyak wanita takut penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang akan mempengaruhi kesuburan mereka. Namun kekhawatiran ini tidak berdasar. Efek dari pil KB benar-benar dapat dikembalikan dan tidak ada bukti medis tentang efek kemandulan.

Yang benar adalah, tidak ada yang dapat mencegah kehamilan setelah pil KB dihentikan. Tidak peduli berapa lama Anda telah menggunakan pil KB, karena selama tidak ada penyebab yang berhubungan dengan infertilitas, Anda akan bisa hamil.

Konsumsi pil KB dapat membahayakan bayi yang belum lahir

Menggunakan pil KB tidak dikaitkan dengan cacat lahir dan tidak ada pedoman medis yang menyarankan dokter untuk mengakhiri kehamilan jika wanita hamil masih mengonsumsi pil KB. Yang ada, pil kontrasepsi tidak dianjurkan untuk diteruskan oleh wanita yang hamil.
« Sebelumnya
Berikutnya »

Tidak ada komentar

Posting Komentar