Trending News

Kamis, 06 Agustus 2015

Luis Enrique Mengingat Kembali Masa-Masa Melatih Roma





AgenAC88 - Agen Judi Bola Kasino Online Terpercaya No.1 di Indonesia

Luis Enrique yang saat ini menjabat sebagai pelatih Barcelona merasa yakin jika timnya mampu meningkatkan kualitas permainan pada laga pramusim. Rasa optimisme ditunjukkannya bukan tanpa sebab, pasalnya Neymar dan Messi sudah siap untuk meramaikan stadion kembali. Sebagai pemain yang baru bergabung di dalam tim, kiprah keduanya memang tidak usah diragukan lagi. Mereka mendapatkan libur lebih panjang sebab harus berkutat dengan turnamen Copa Amerika 2015.


Peran keduanya sebagai pemain inti tidak terbantahkan sebab tanpa kehadiran mereka berdua di beberapa laga pramusim lalu, Barcelona tampak bermain kurang bergairah. Enrique memberikan tanggapannya terkait menurunnya performa tim, namun ia berkeyakinan bahwa dengan kembalinya kedua pemain unggulan tersebut, tim bisa memperbaiki keadaan untuk laga-laga selanjutnya.


“Kami selalu coba menciptakan banyak peluang. Apa yang membedakan yakni efektivitas. Para pemain yang baru datang bisa memberikan peningkatan,” katanya. Ia juga sedang mengupayakan usaha pembenahan di dalam squad supaya mereka bisa bertanding dengan lebih sigap lagi melawan tim-tim besar, salah satunya adalah Sevilla.


“Saya puas dengan kolektivitas tim. Namun, ada beberapa aspek pertahanan yang harus diperbaiki,” imbuhnya. Mereka juga akan bertemu dengan AS Roma di Camp Nou. Ini sekaligus menjadi momen nostalgia bagi Enrique sebab ia pernah andil di dalam perkembangan tim bola tersebut meskipun hanya semusim saja. Dari segi performa, ia juga tidak begitu bersinar disana. Namun begitu, ia tetap menghormati apa yang telah menjadi bagian dari karirnya tersebut. Menurutnya, ada banyak hal yang bisa dipetik dari pengalamannya sebagai pelatih untuk squad AS Roma.
Saat pertama bergabung, ia disebut-sebut mempersiapkan tim untuk bermain dengan gaya khas ala tiki-taka. Ia memang pernah sebelumnya bermain untuk Barca, jadi sudah lebih dari cukup bagi dirinya untuk menjamu pengalaman tersebut menjadi materi untuk melatih anak-anak asuhnya. Kiprahnya di AS Roma tidak begitu mulus. Di bawah naungannya, Roma hanya berhasil mendarat di posisi ke-7 untuk Turnamen Serie A dan sekaligus gagal membawa tim untuk bermain di kompetisi Eropa. “Apa yang terjadi di Roma membuat saya jadi pelatih yang lebih baik,” tandasnya.
« Sebelumnya
Berikutnya »

Tidak ada komentar

Posting Komentar