V-Spa Bikin Miss V Kering?
Writen by
Unknown
Rabu, Juni 24, 2015
-
0
Comments
V-Spa Bikin Miss V Kering?
Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan higienitas organ intim. Salah
satunya dengan V-Spa atau disebut juga dengan V-Medicare.
Dibasuh dan Diuapi
Sebenarnya ada cara mudah merawat organ intim, tak terlalu sulit. Bagian
intim hanya perlu dibasuh dengan air bersih tanpa perlu ke bagian dalam
Miss V. Namun, jika merasa kurang puas dengan cara biasa, Anda bisa
mencoba spa khusus untuk merawat organ kewanitaan ini. Spa khusus itu
disebut vagina spa atau V-spa atau feminine spa, yang sebenarnya sudah
dikenal sejak zaman nenek moyang kita dulu dengan nama ratus.
Beda istilah, tetapi intinya sama, yaitu merawat organ intim. Dulu,
ratus dilakukann dengan cara penguapan menggunakan campuran berbagai
bahan alami yang ditaburkan di atas bara sehingga menimbulkan aroma
wangi. Namun, cara ini kemudian dipertanyakan efek sampingnya karena uap
yang biasanya berupa asap jelaga hasil pembakaran dianggap kurang baik
untuk kesehatan Miss V. Ratus tetap boleh dilakukan selama uap yang
dihasilkan merupakan uap basah.
Konsep V-spa pun sebenarnya tak jauh berbeda dengan ratus yang
menggunakan penguapan. Bedanya, jika ratus menggunakan ramuan
tradisional seperti air rebusan daun sirih, kayu manis, dan cengkih,
V-Spa menggunakan aromaterapi khusus seperti minyak esensial lavender,
rosemary, dan tea tree sebagai antiseptik untuk membasuh dan menguapkan
Miss V.
Aman Asal Tidak Sering
Bagaimana dengan efek samping? V-spa tergolong aman karena tidak
menggunakan alat atau bahan yang dimasukkan atau disemprotkan ke dalam
lubang Miss V. Spa-nya sendiri hanya untuk mencegah serta meningkatkan
kesehatan, kenyamanan, dan ketenangan, bukan untuk mengobati.
Kapan V-Spa sebaiknya dilakukan? Biasanya menjelang pernikahan untuk
melemaskan otot dan saraf yang tegang. Juga baik jika dilakukan pada
masa nifas (setelah melahirkan) untuk mengembalikan kelenturan Miss V,
menguatkan otot dasar panggul, melancarkan sirkulasi darah, dan
memulihkan kondisi tubuh.
Manfaat lain yang juga bisa didapat dari V-Spa antara lain mengatasi
masalah keputihan ringan, gatal-gatal, cairan Miss V berlebihan saat
berhubungan intim, Miss V kendur usai melahirkan, atau kejang otot saat
berhubungan.
Seberapa sering V-Spa boleh dilakukan? Maksimal dua kali dalam sebulan,
yaitu setelah haid dan dua minggu setelahnya. Atau, bila dirasa perlu.
Mosal, ketika merasa tak nyaman sehabis keluar kota. Spa memang tidak
dianjurkan dlakuakn terlalu sering agar tingkat keasaman Miss V tetap
terjaga.
Kering Tidak Sama dengan Nikmat
Seperti diketahui, kelenjar bartholin yang terletak di dinding Miss V
menghasilkan cairan bening kekuningan tak berbau. Cairan ini berfungsi
sebagai pelumas pada saat berhubungan intim, membersihkan Miss V, dan
menjaga keseimbangan kadar keasaman (pH) tetap pada kisaran 3-5 untuk
mencegah infeksi.
Itu sebabnya pula, V-Spa disarankan dilakukan oleh ahlinya karena jika
terlalu sering dilakukan atau menggunakan campuran bahan secara
sembarangan ditakutkan Miss V jadi terlalu kering. Akibatnya, Miss V
menjadi tidak berdaya, sehingga lebih mudah terinfeksi dan terluka. Jika
seprti ini, sudah pasti hubungan seks tidak aakn menyenangkan.
Jadi, anggapan bahwa kepuasan bercinta akan terasa lebih nikmat saat
Miss V bersih dengan melakukan berbagai teknik pengeringan, itu hanya
mitos dan cara pikir yang salah. Miss V memang diciptakan lembap. Dengan
kelembapan itu, Miss V mengeluarkan cairan khusus untuk mencegah kuman
dan kotoran masuk.
Tidak ada komentar
Posting Komentar