Trending News

Selasa, 23 Juni 2015

INILAH LANGKAH TEGAS DARI AHOK UNTUK TERTIBKAN PKL NAKAL DI MONAS


Kawasan Monas indah, rapi dan tertib. Itulah amanat Joko Widodo sebelum resmi menjadi Presiden RI. Amanat itu selalu dijalankan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan penuh kesungguhan.

Ahok terkenang amanat Presiden Jokowi itu saat mengucapkan selamat ulang tahun kepada sahabatnya itu. Ia menuliskan melalui kicauan di Twitter, "Kawasan Monas yang indah, rapi dan tertib adalah salah satu amanat dari Pak Jokowi, yang hari ini ultah. Selamat ulang tahun Pak @jokowi," tulis Ahok pada pukul 06.32 WIB. 

Menjaga Monas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terbaru, 'sterilisasi' Monas dari pedagang kaki lima (PKL) mendapat perlawanan dari para pedagang. PKL menyerbu Satpol PP pada Sabtu 20 Juni lalu.

Melihat aksi PKL, Ahok geram. Ia lalu menyusun rencana agar kasus serupa tidak terulang lagi. Ahok ingin membekali Satpol PP dengan senjata dan gas air mata hingga peluru karet untuk menghadapi serangan PKL.

1. Kejut Listrik Bikin Pingsan

Ahok berencana membekali petugas Satpol PP DKI dengan senjata.

"Sekarang nggak ada urusan deh, kamu mau bulan suci bulan apa saya suruh tembak. Kita ada senjatanya kok. Saya sudah minta semua Satpol PP dibekali senjata kejut listrik biar bikin pingsan saja sudah," ujar Ahok saat ditanya soal kerusakan kantin Lenggang Jakarta Monas di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2015).

PKL melempari petugas dengan batu dan balok kayu saat waktu berbuka puasa. Mereka juga mengobrak-abrik kawasan Lenggang Jakarta yang kala itu masih didatangi banyak pengunjung. Penyerangan diduga kuat terkait larangan berjualan di kawasan Monas.

2. Gas Air Mata

Ahok juga bahkan memerintahkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono untuk membekali mereka senjata gas air mata. Hal ini diperlukan untuk membuat mereka mundur.

"Saya minta Pak Heru beli lagi gas air mata. Kalau macam-macam tembak saja peluru karet lapis kedua. Saya perintahkan peluru karet lapis kedua. Kalau pakai peluru listrik masih ngamuk, kita akan tembak gas air mata kalau nggak ada polisi. Kan bisa mendadak datang," lanjutnya.

3. Peluru Karet

Selain senjata kejut dan gas air mata, Ahok meminta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono membekali Satpol PP dengan peluru karet.

"Kalau Anda masih nekat peluru karet kita tembak. Enak saja premanisme bisa ngalahin pemerintah dari mana teorinya?" sambung Ahok.

Ia meminta aparat kepolisian menindak tegas para PKL. "Kalau dia ribut ya berarti dia nggak bener ya. Kita sudah minta kepada Kapolda baru untuk menindak tegas," ujar Ahok.

"Yang jelas, kita minta kepada polisi. Mungkin besoknya saya mau pasang ini, semprotan di pemadam kebakaran aja pakai air comberan," lanjutnya dengan nada agak kesal.

Ahok pun menegaskan PKL yang menyerang dengan senjata tajam harus diberi peringatan. Akan tetapi, jika sudah diberi peringatan masih saja nekat maka petugas bisa mengambil tindakan. "Kalau prajurit ya harusnya tembak, kalau dikasih peringatan nggak nurut ya tembak di tempat," pungkasnya.

4. Pecat PNS yang Terlibat

Ahok menegaskan PNS DKI yang terlibat demo akan diberi sanksi dipecat.

"Harus dikeluarin. Termasuk kalau ada di internal Pemda kita pecat. Kita stafkan. Termasuk Kapolda sama Pangdam juga bilang, ada oknum TNI yang terlibat akan disanksi," ujar Ahok saat ditanya soal kerusakan kantin Lenggang Jakarta Monas di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2015).

Lantas bagaimana jika terbukti memang ada oknum aparat yang menjadi bekingan para PKL itu? "Harus dikeluarin. Termasuk kalau ada di internal Pemda kita pecat. Kita stafkan. Termasuk Kapolda sama Pangdam juga bilang, ada oknum TNI yang terlibat akan disanksi," tutup Ahok.
« Sebelumnya
Berikutnya »

Tidak ada komentar

Posting Komentar